Tomcat Juga Serang Warga Bulukumba

Syamsir, Koran SI · Senin 02 April 2012 20:07 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 02 340 604219 WHdygLUo9G.jpg Ilustrasi (Foto: okezone)

BULUKUMBA- Warga di Kabupaten Bulukumba mengeluh akibat serangan serangga jenis Tomcat beberapa hari ini yang semakin meluas. Bahkan dua warga sudah menjadi korban Tomcat.

Warga yang menjadi korban serangan tomcat adalah Eno Masyuddin, kelurahan Bintarore, Kecamatan Ujung Bulu dan Emil warga Jalan S Parman Bulukumba. Keduanya telah menderita gigitan tomcat. Dirinya telah digigit saat sedang baring di rumahnya.

    

Eno mengaku, pihaknya tidak menduga kalau serangga jenis Tomcat tersebut yang ada di sekitar tempat duduknya adalah jenis serangga beracun sehingga tidak menghindarinya. Namun, setelah mengigit baru merasakan gatal pada permukaan kulit bekas gigitan. Selain itu timbul pula warna kemerah-merahan.

   

Berselang beberapa menit kemudian kulit bekas gigitan Tomcat berubah dari warna kemerah-merahan menjadi melepuh karena terdapat iritasi, setelah digaruk. Serangan Tomcat ini menjadi perhatian warga di daerah itu karena baru pertama kali hal itu terjadi.

"Pertama kali ada di Bulukumba. Ini harus diwaspadai semua warga," ungkap Eno, Senin (2/4/2012).

   

Eno berharap warga harus menyiapkan racun penyemprot obat nyamuk untuk mencegah serangan tomcat tersebut. Beberapa ekor Tomcat telah dimasukkan dalam kotak kecil transparan. Sehingga warga yang ada di sekitarnya aman dari gigitannya.

"Dinas Kesehatan harus melakukan upaya pencegahan sejak awal. Jangan nanti menyebar baru turun," harapnya.

   

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba Dian Wellyati Kabier mengaku, pihaknya belum menerima laporan adanya Tomcat di daerah ini menyerang warga. Namun, serangga ini telah diantasipasi sejak awal.

"Kami berharap Tomcat tidak ada yang menyerang warga di Bulukumba, karena sampai saat ini belum ada laporan yang kami terima," tuturnya.

   

Dian meminta kepada warga jika kembali ada yang diserang Tomcat, maka dipersilahkan menyampaikan kepada pihak Dinas Kesehatan untuk dilakukan penanganan.

"Sebenarnya kami sudah mengantisipasi jika ada serangan dengan menyiapkan bahan penyemprotan dan pengobatan bagi warga yang telah mengalami serangan," bebernya.

(crl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini