PYONGYANG - Media Jepang Yomiuri Shimbun melaporkan, Korea Utara (Korut) tidak akan mengizinkan pengamat nuklir dari Badan Atom Internasional (IAEA) datang ke negaranya untuk mengadakan penyelidikan.
Negeri komunis itu menolak masuk IAEA setelah Amerika Serikat (AS) membatalkan pengiriman bantuan pangan yang sudah dijanjikan kepada Korut. Hal itu dilakukan Negeri Paman Sam karena Korut sudah meluncurkan roketnya pada pekan lalu.
Pada Februari lalu, AS menjanjikan ribuan ton bantuan pangan untuk mengatasi wabah kelaparan di Korut. Sebaliknya, Korut berjanji akan menunda proses pengayaan uranium di reaktor Yongbyon serta membatalkan uji coba misilnya. Demikian seperti diberitakan AFP, Selasa (17/4/2012).
Perjanjian antara AS dan Korut batal akibat peluncuran satelit. Korut sebelumnya yakin, peluncuran satelit itu tidak akan mengganggu komitmen AS yang hendak memberikan bantuan pangan ke negaranya. Korut menilai program itu adalah program antariksa yang bersifat damai. Namun, AS dan sekutunya bersikeras mengatakan, peluncuran satelit itu adalah tindakan yang sangat mengganggu.
Setelah roket itu diluncurkan, sejumlah negara tampak berang dan melontarkan kecaman-kecaman terhadap Korut. AS bahkan berharap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera menindak Korut, karena peluncuran roket itu melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.