Share

Presiden Tunisia: Saya Masih Jadi Aktivis

Aulia Akbar, Okezone · Rabu 02 Mei 2012 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2012 05 02 412 622393 1T2XNClrNI.jpg Foto : Presiden Tunisia Moncef Marzouki (majalla)

TUNIS - Meski menjabat sebagai kepala negara, Presiden Tunisia Moncef Marzouki mengaku, dirinya masih dan selalu tampil selayaknya aktivis HAM. Marzouki pun bersumpah akan melindungi HAM seluruh warga Tunisia.

"Saya masih tampil sebagai sosok asli dalam diri saya, saya yakin akan nilai-nilai yang sama miliki dan saya akan berpegang teguh pada nilai-nilai itu," ujar Marzouki, seperti dikutip Russia Today, Rabu (2/5/2012).

Marzouki pun menyoroti masalah-masalah kemanusiaan yang terjadi belakangan ini. Terutama ketika dirinya menemukan mantan Perdana Menteri Libya Al Baghdadi Al Mahmoudi di negaranya, yang hidup tanpa izin.

Tunisia pun menahan Mahmoudi. Namun Marzouki menolak untuk mengekstradisi Mahmoudi karena khawatir Mahmoudi akan diperlakukan secara tidak adil di Libya.

"Saya menghadapi tekanan besar dari luar dan dalam negara saya, agar saya menyerahkan pria itu (Mahmoudi) ke Libya. Setiap hari saya hanya mengatakan, tidak, tidak, kita harus berpegang teguh dengan keputusan kita. Kalian tahu, Mahmoudi melakukan aksi mogok makan dan menuntut pembebasan," imbuhnya.

Presiden Tunisia itu kerap mengadakan pembicaraan dengan militer dan juga polisi di negaranya. Marzouki mendesak agar tidak ada lagi kekerasan yang mereka lakukan, dan tidak boleh ada pula pengadilan yang tidak adil seperti halnya yang terjadi di era kepemimpinan Zine al-Abidine Ben Ali.

Selain menggerakkan revolusi untuk menumbangkan Ben Ali, Marzouki sendiri sempat tinggal di tahanan isolasi selama empat bulan pada 1993 silam. Marzouki mengaku, dirinya disiksa secara fisik dan psikis.

(AUL)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini