Share

Tak Semudah Itu Kampus Asing Masuk ke Indonesia

Margaret Puspitarini, Okezone · Rabu 01 Agustus 2012 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2012 08 01 373 671721 d5IVHJ8Spj.jpg Ilustrasi : Corbis

JAKARTA - Selain komersialisasi, isu yang marak dibicarakan ketika pemberlakuan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU PT) adalah rawannya praktik internasionalisasi pendidikan. Sejumlah pihak mengkhawatirkan kemudahan perguruan tinggi asing untuk masuk dan bertumbuh di Indonesia, lambat laun akan membunuh perguruan tinggi dalam negeri.

Menurut Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Ganjar Kurnia, adanya UU PT justru menghadirkan aturan yang jelas mengenai hal tersebut. "Saya tidak melihat yang ditakutkan masyarakat akan komersialisasi dan internasionalisasi dengan adanya pemberlakuan UU PT. Justru adanya UU PT memuat aturan yang jelas terkait kerjasama internasional yang akan dilakukan oleh perguruan tinggi," tutur Ganjar ketika dihubungi Okezone melalui telepon, Rabu (1/8/2012).

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Hal senada pun diungkapkan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Idrus Paturussi. Dia menyebut, pemberlakuan UU PT tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap penyelenggaraan pendidikan di Unhas. Mengenai internasionalisasi pendidikan, Idrus menyatakan, ada regulasi yang kuat untuk membentengi kemungkinan tersebut.

"Tidak semudah itu perguruan tinggi asing membuka kampus di Indonesia. Berdasarkan pasal dalam UU PT, jika perguruan tinggi asing ingin masuk ke Indonesia, maka harus bekerjasama dengan univeristas lokal sehingga ada kontrol dari universitas yang bersangkutan," papar Idrus.

Dia mengungkap, kerjasama internasional pun bisa diminimalisasi jika memang universitas tersebut mampu berjalan secara mandiri. "Jika kita cukup kuat untuk berdiri sendiri kenapa harus menggandeng universitas asing? Lagipula saat akan melakukan kerjasama, universitas lokal tentu juga melihat kampus asing secara keseluruhan. Apakah nilai-nilai yang diusung kampus asing tersebut sesuai dengan kampus lokal? Jika tidak, maka kerjasama tersebut tidak akan terjadi," tukasnya.

 

Salah satu bentuk kerjasama internasional yang bisa dilakukan kampus, lanjut Idrus, yaitu program double degree. "Ini win-win solution, tidak merugikan siapa pun. Bahkan para mahasiswa yang merupakan kandidat program double degree kualitasnya lebih bagus karena kritera penilaian berdasarkan dua universitas baik lokal dan internasional," katanya menambahkan.

Idrus bertutur, ketakutan sejumlah pihak akan isu internasionalisasi tergantung bagaimana cara pandang mereka. Internasionalisasi yang ditakutkan orang adalah perguruan tinggi asing bisa dengan mudah menyelenggarakan pendidikan di Indonesia. "Di sini mekanisme penyelenggaraan pendidikan bagi kampus asing berbeda dengan di luar negeri. Misalnya Monash University. Kampus asli Australia tersebut membuka cabang di Malaysia tanpa kerjasama dengan universitas lokal. Sementara di Indonesia kan tidak bisa," tandasnya.

Melihat berbagai kontroversi atas UU PT, Ganjar menyatakan, perbedaan pendapat yang terjadi di berbagai kalangan mengenai UU PT adalah hal yang wajar. "Hak semua orang untuk mengeluarkan pendapat. Beda pendapat silakan saja tapi di Unpad aman-aman saja," imbuh Ganjar.

(mrg)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini