Donasikan Rp44 M ke Akmil Inggris, Raja Bahrain Dikecam

Aulia Akbar, Okezone · Senin 03 September 2012 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 03 412 684365 TXYty8GeuZ.jpg Foto : Raja Hamad bin Issa Al-Khalifa (IST)

MANAMA - Raja Hamad bin Issa Al-Khalifa dari Bahrain, mendonasikan uang sebesar USD4,7 juta atau sekira Rp44 miliar ke Akademi Militer Sandhurst di Inggris. Langkah itu cukup menuai kecaman di kalangan Parlemen Inggris.

Raja Hamad berniat membangun fasilitas olahraga di Sandhurst yang akan dibuka pada awal 2013. Sandhurst pun akan menerima dana tersebut pada Januari mendatang.

Donasi itu ditujukan untuk mempererat hubungan keluarga Kerajaan Bahrain dan Sandhurst. Raja Hamad sendiri juga menjadi salah satu penyokong dana dari Yayasan Amal Sandhurst sejak 2007 lalu.

Meski demikian keputusan itu dikecam oleh salah seorang anggota Parlemen Inggris, Jeremy Corbyn. Corbyn mengkritisi sikap Sandhurst yang menerima sokongan dana dari pemimpin negara Arab itu.

"Bahrain memiliki catatan HAM yang mengerikan dan saat ini, pekerja medis di Bahrain diadili karena membela para korban penindasan. Sangat memalukan, bila Pemerintah Inggris membiarkan Raja Bahrain mendanai Sandhurst," ujar Corbyn, seperti dikutip Arabian Business, Senin (3/9/2012).

Selama ini, Bahrain juga menerima kecaman dari sejumlah negara terkait catatan HAM yang buruk. Menurut laporan dari Komisi Penyelidikan Independen Bahrain, 35 orang demonstran tewas dalam sebuah aksi unjuk rasa berskala besar di Bahrain. Sementara itu lima orang lainnya tewas setelah disiksa aparat keamanan.

Meski demikian, Menteri Dalam Negeri Bahrain Letnan Jendral Sheikh Rashid bin Abdullah Al-Khalifa mengklaim bahwa, negaranya berkomitmen penuh dalam menjunjung tinggi HAM. Penyelidikan yang digelar Pemerintah Bahrain pada Juli lalu juga digelar secara transparan.

Bahrain pun menangkap sejumlah aparat kepolisian yang menjadi tersangka dalam insiden demonstrasi. Namun para aktivis HAM dan oposisi Bahrain yakin, pemerintahnya selalu memberlakukan kebijakan keamanan yang keras.

(AUL)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini