Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Sejarah Konflik Palestina-Israel (2)

Nakba dan Sejarah Pengungsi Palestina

Wahyu Dwi Anggoro , Jurnalis-Kamis, 29 November 2012 |12:33 WIB
Nakba dan Sejarah Pengungsi Palestina
Peringatan Nakba di Palestina (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Nakba berasal dari kata dalam bahasa arab “an-nakbah” yang berarti berarti “bencana”. Nakba merupakan sebutan dari warga Palestina untuk periode konflik antara Israel dengan pihak Palestina dan Negara-negara Arab selama tahun 1947-1949.

Dalam periode tersebut terjadi Perang Sipil Palestina dan Perang Arab-Israel Pertama. Kemenangan Israel dalam perang itu  memaksa 700 ribu warga Arab Palestina melakukan eksodus dari wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Israel. Seperti disitat dari Wikipedia, Kamis (29/11/2012).

Perang Sipil Palestina adalah perang yang terjadi antara warga Arab Palestina dan warga Yahudi pada saat kawasan tersebut masih berada di bawah mandat Inggris pada tahun 1947. Perang Sipil itu dimulai setelah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memutuskan wilayah yang akan menjadi bagian dari negara Palestina dan Israel yang akan berdiri setelah mandat Inggris di kawasan tersebut berakhir pada tahun 1948.

Pihak Arab Palestina memprotes keputusan tersebut karena dianggap tidak adil. Israel mendapatkan bagian wilayah yang lebih besar dari Palestina. Israel juga mendapat bagian wilayah yang lebih subur. Padahal pada masa tersebut jumlah warga Yahudi di Palestina merupakan minoritas dan hanya mencakup 33 persen dari seluruh penduduk yang ada di wilayah Palestina.

Kemarahan pihak Arab Palestina itu dilampiaskan dengan menyerang basis-basis kelompok Yahudi di Palestina. Kelompok Yahudi pun membalas serangan membuat kerusuhan berkembang menjadi Perang Sipil. Inggris yang harusnya menjaga keamanan di kawasan enggan untuk terlibat jauh dan lebih memilih untuk mempersiapkan kepulangannya karena mandatnya sebentar lagi akan berakhir.

Perang sipil yang terjadi menimbulkan kepanikan di antara warga Arab Palestina. Walaupun pihak Arab berhasil memenangkan pertempuran awal, namun pada akhirnya pihak Yahudi dianggap yang menjadi pihak pemenang. Perang sipil tersebut memperkuat kekuatan militer yang dimiliki oleh kelompok Yahudi sedangkan militer dari pihak arab Palestina justru hancur lebur.

Sekitar 400 ribu warga Palestina mengungsi untuk menghindari Perang sipil itu. Para pengungi tersebut merupakan kelompok awal eksodus warga Palestina. Kebanyakan dari pengungsi tersebut berharap akan dapat kembali ke tempat tinggalnya setelah konflik usai.

(Fajar Nugraha)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement