KAIRO - Pemimpin oposisi Mesir dari kubu liberal, Mohammed Elbaradei, mendesak pemerintah agar menggelar dialog skala nasional. Seluruh fraksi politik dan militer juga diminta untuk ikut dalam perbincangan itu.
Usai menolak tawaran dialog yang diusulkan Presiden Mohamed Morsi, ElBaredei justru mengusulkan dialog nasional itu. Sebelumnya, militer Mesir juga sudah memperingatkan akan keruntuhan negaranya bila krisis politik itu terus berlangsung. Demikian, seperti diberitakan dari Associated Press, Rabu (30/1/2013).
ElBaredei menilai, dialog itu merupakan dialog yang mendesak dan harus dilakukan guna menghentikan kerusuhan di Negeri Piramida. Namun seperti diketahui, Morsi saat ini sedang mengadakan kunjungan ke Jerman untuk membahas investasi.
Selain ke Jerman, Morsi sebelumnya merencanakan kunjungan ke Prancis. Namun kunjungan itu dibatalkan karena krisis politik yang terus terjadi di Mesir.
Pada Senin lalu, fron oposisi yang berasal dari kubu liberal dan kiri mendesak Morsi untuk bertanggung jawab atas tragedi berdarah yang melanda negaranya. Blok oposisi itu juga meminta agar Kabinet Mesir diisi oleh politisi-politisi yang berasal dari kubu pemerintahan nasional, dan tidak didominasi Ikhwanul Muslimin.
Kerusuhan yang terjadi di Mesir telah menewaskan sekira 50 orang. Kerusuhan itupun diwarnai oleh kekerasan seksual yang melanda warga perempuan di Mesir.
Barat pun sempat mengutarakan kekhawatirannya atas insiden tersebut dan mendesak Morsi menggelar dialog nasional. Sementara itu, Morsi sebelumnya mengatakan bahwa dirinya akan bertindak tegas untuk menjaga kestabilan negaranya.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.