nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Astaga, Guru Pun Masih Percaya Dukun Penggandaan Uang

Amba Dini Sekarningrum, Jurnalis · Senin 04 Maret 2013 13:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 03 04 501 770556 GfKZWlC49S.jpg Pelaku dan barang bukti penipuan (Foto: Ambadini/Okezone)

TANGERANG - Meski berhasil mengelabui para guru dengan iming-iming dapat menggandakan uang, Kepala Sekolah SDN Kubang 1, Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Dadan Rohiyat, akhirnya ditangkap Satreskrim Polresta Kota Tangerang.

 

Selama perjalanannya melakukan aksi penipuan, pelaku sudah menikmati uang senilai puluhan juta rupiah. Kapolresta Kota Tangerang, Kombes Pol Bambang Priyo Andogo kepada Okezone, Senin (4/3/2013) mengatakan bahwa ada dua tersangka yang ditangkap dalam kasus penipuan dan penggelapan sebagaimana diatur dalam pasal 378 KUHP dan 372 KUHP.

 

Kedua tersangka adalah Dadan Rohiyat (51), warga Kp Parahu, Ds Parahu, Kec Sukamulya, Kabupaten Tangerang yang berprofesi sebagai PNS dan menjadi Kepala sekolah SDN  Kubang 1, dan Saryani alias Yani, warga Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang yang berprofesi sebagai buruh.

 

"Yang dukunnya ini Saryani, sementara kepala sekolah berperan sebagai orang yang mempengaruhi para korbannya," kata Bambang.

 

Dalam aksinya para pelaku mengajak para korban untuk melakukan penggandaaan uang dengan cara memasukkan uang ke dalam kotak yang dibalut kain putih. Uang yang ada di dalam kotak ini akan berlipat ganda setelah satu bulan kemudian sebesar 100 persen.

 

Akan tetapi setiap kali jadwal pengangkatan dilakukan, korban tidak mendapatkan hasil seperti yang dijanjikan pelaku. Akan tetapi pelaku terus melakukan bujukan hingga para korban terbujuk dan kembali menyerahkan uang hingga akhirnya para pelaku berhasil menggondol uang korban hingga Rp52 juta.

 

"Merasa terus ditipu, akhirnya korban melapor dan kami dapat menangkap keduanya," tuturnya lagi.

 

Dari tangan para pelaku, polisi berhasil mengamankan tiga kotak kardus yang terbungkus kain putih yang diikat isolasi warna ungu. Kemudian satu lembar kwitansi dan uang senilai Rp7,5 juta.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini