JAKARTA - Peristiwa kecelakaan pesawat Lion Air Boeing 737-800 NG dengan nomor penerbangan JT 904 rute Bandung-Bali yang gagal mendarat sehingga tercebut di laut diyakini tidak akan mempengaruhi animo masyarakat untuk menggunakan maskapai penerbangan berlogo singa itu.
Anggota Komisi V DPR yang membidangi masalah perhubungan, Yudi Widiana Adia mengatakan, animo publik untuk menggunakan jasa pesawat terbang tetap tinggi karena waktu tempuh yang cukup efisien.
"Saya kira untuk jumlah penumpang yang menggunakan Lion Air tidak akan turun karena backlock/ kekurangan armada pesawat masih ada dan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara masih sangat tinggi," kata Yudi kepada Okezone, di Jakarta, Senin (15/3/2013) malam.
Yudi pun turut angkat bicara soal penyebab kecelakaan yang membuat badan pesawat tersebut sampai terbelah. Meski belum ada kesimpulan akhir soal penyebab kecelakaan, Yudi menduga faktor human error sangat mungkin terjadi.
"Kemungkinan terbesar adalah human error. Jika memang ada indikasi tekanan awan mendadak berarti perlunya penyempurnaan peralatan bandara semacam windshare yang merupakan persyaratan bandara oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) di Indonesia belum ada yang pakai," jelas politisi PKS ini.
Pesawat Lion Air yang terbang dari Bandung menuju Denpasar, Bali, ini gagal mendarat di Bandara Ngurah Rai, Denpasar pada Sabtu 13 April lalu sekira pukul 15.00 WITA. Badan pesawat masuk ke dalam laut dengan kondisi patah menjadi dua bagian. Beruntung 101 penumpang beserta kru pesawat berhasil selamat.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.