Siswa Jebolan Pondok Pesantren Bisa Eksis Juga Lho

Rachmad Faisal Harahap, Okezone · Senin 21 Oktober 2013 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 21 560 884710 kXmPiILqeF.jpg Ilustrasi. (Foto: Rohmat/Okezone)

JAKARTA - Tidak hanya sekolah biasa saja yang bisa eksis, pondok pesantren juga bisa ikutan eksis. Tapi eksis dalam hal apa ya? Nah, eksis di sini dalam artian kemajuan teknologi dan informasi zaman sekarang ini.

Bahkan, prospek pesantren di Indonesia semakin maju bila dibandingkan dengan pesantren zaman dulu yang masih kuno dan jaman sekarang yang sudah ikut mengadopsi teknologi komunikasi dan informasi.

Direktur Pondok Pesantren Modern Darussalam untuk Perempuan Gontor, Ponorogo, Jawa Timur Ahmad Suharto, MA memaparkan, apa yang disebut dengan perkembangan teknologi dan informasi di dunia pesantren itu hanya sebagai sarana. Menurut dia, kekuatan pesantren bukan hanya sarana, gedungnya, dan peralatannya saja.

"Ada yang lebih tinggi lagi yang disebut sistem pesantren, yaitu sistem pengajaran, sistem pendidikan, sistem kaderisasi, sistem pengembangan kemandirian, itu mereka mempunyai dunianya sendiri," ujarnya saat berbincang dengan Okezone, belum lama ini.

Selain itu, dalam sistem pendidikan pesantren juga mempunyai kultur yang sudah dibentuk, yaitu kultur yang menjiwai dengan kesederhanaan, keikhlasan. Di mana hanya akan menunjang dan membantu kemajuan pesantren.

"Sebaliknya, kalau seandainya suatu lembaga pendidikan kehilangan nilai, tidak punya orientasi, prinsip, jiwa, kultur, kemudian diisi dengan kemajuan teknologi, mereka tidak akan mempunyai orientasi dan malah akan merusak," ucapnya.

Ahmad optimistis, selama para siswa mempertahankan idealisme, nilai-nilainya, kemajuan teknologi yang terkoneksi dengan dunia luar, mereka justru akan bisa eksis, serta tetap mempunyai jati diri.

"Saya pikir tiap pesantren pada zamannya mempunyai tantangannya sendiri-sendiri. Yang dinamakan berkembang itu adalah tetap mempertahankan tradisi yang positif, tapi juga terbuka dengan perkembangan yang baik, tidak harus melupakan tradisi yang dahulu," ungkapnya.

Dia menambahkan, pesantren-pesantren mempunyai prinsip namanya 'memelihara tradisi lama yang baik, tapi juga terbuka untuk mengambil sesuatu yang baru yang bisa membuat kemajuan dan manfaat' (dalam bahasa Arab). "Itu prinsip di pesantren seperti itu," pungkasnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini