Kendala yang Menghambat Kemajuan Pesantren

Rachmad Faisal Harahap, Okezone · Senin 21 Oktober 2013 21:10 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 21 560 884732 88kOYilOM3.jpg Ilustrasi. (Foto: Marieska Harya/Okezone)

JAKARTA - Kurangnya rasa kekeluargaan dalam kelembagaan biasanya menjadi kendala yang dialami pengelola pesantren untuk bisa berkontribusi ke pendidikan nasional. Akibatnya, dapat menghambat dalam kemajuan pesantren.

Direktur Pondok Pesantren Modern Darussalam untuk Perempuan Gontor, Ponorogo, Jawa Timur Ahmad Suharto, MA mengatakan, kendala seperti kelembagaan yang dimaksud yakni masih banyaknya pesantren yang dikelola secara tidak kekeluargaan sehingga menghambat kemajuan pesantren.

Salah satu buktinya yaitu pesantren juga lebih terbuka membuat sebuah lembaga diskusi yang kemudian bertanggung jawab untuk memelihara dan mengembangkan pesantren tersebut.

"Soalnya kalau sifatnya kekeluargaan itu untuk berkembang," ujarnya saat berbincang dengan Okezone, belum lama ini.

Ahmad membeberkan kendala lainnya yakni pendanaan. Bukan berarti pemerintah tidak membantu pesantren, pada prinsipnya bisa pesantren punya kemandirian. Apalagi jika ingin mengembangkan jenis-jenis usaha sendiri.

"Pesantren itu dengan santrinya dan masyarakat yang kuat bisa menjadi kekuatan di bidang ekonomi di lingkungan pesantrennya," ucapnya singkat.

Bahkan, mereka menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan santri seperti membuat industri pertanian, percetakan, buku dan masih banyak lagi, yang dinilai sudah cukup untuk membiayai mereka. "Banyak pesantren yang hanya mengandalkan SPP atau hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah," ungkapnya.

Kendala terakhir adalah kaderisasi. "Sangat disayangkan kalau para putra Kiai yang mendirikan pesantren anak-anak mereka tidak tertarik dengan hal tersebut," tutupnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini