KAIRO – Pemerintah Mesir menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris. Pihak epemrintah menuduh Ikhwanul Muslimin berada di balik serangan bom bunuh diri di yang menewaskan 16 orang pada Selasa, 24 Desember 2013.
Masuknya Ikhwanul Muslimin dalam daftar teroris merupakan bagian dari upaya Pemerintah Mesir memberangus kelompok tersebut. Sebelumnya, Pemerintah Mesir telah menahan sebagian besar tokoh Ikhwanul Muslim termasuk mantan Presiden Mesir Mohammed Morsi.
Serangan bom terjadi di sebuah pos polisi di wilayah Delta Sungai Nil. Pihak Ikhwanul Muslimin membantah tuduhan pemerintah dan mengecam serangan.
“Ini langkah yang penting dari Pemerintah Mesir. Mereka berusaha mengubur upaya Ikhwanul Muslimin kembali ke dunia politik,” ujar pengamat politik Mesir, Khalil al-Anani, seperti dikutip Reuters, Kamis (26/12/2013).
Tekanan didapat Ikhwanul Muslimin dimulai ketika Morsi dikudeta militer pada Agustus. Militer berdalih melakukan kudeta untuk kepentingan negara.
Kudeta terjadi setelah muncul aksi protes besar-besaran dilakukan kelompok liberal menentang pemerintahan Morsi dan Ikhwanul Muslimin. Kelompok liberal menuduh Ikhwanul Muslimin berencana melakukan Islamisasi di Negeri Firaun tersebut.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.