JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) fokus pada perencanaan pembangunan Akademi Komunitas (AK) di berbagai kampus di seluruh Indonesia. Khususnya bagi kampus yang belum menerapkan penguatan pendidikan vokasi.
Kemendikbud meluncurkan program AK untuk penguatan pendidikan vokasi serta mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi. Program yang digagas oleh Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud itu membangun AK sesuai dengan Amanat Undang-Undang (UU) Dikti dan ikut menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM).
"Ada 92 daerah pembangunan AK, yang terdiri dari 35 daerah yang sudah digagas pada 2012, 27 daerah di tahun 2013 dan 30 daerah lokasi yang akan ditentukan pada 2014," tutur Mendikbud M Nuh, dalam paparannya mengenai capaian kinerja 2013, belum lama ini.
Sebut saja salah satunya AK yang akan langsung dibina oleh Universitas Lampung (Unila). Program setara D-2 ini rencananya akan dibuka di Kabupaten Mesuji dan Pringsewu, Lampung, di mana peluncuran AK tersebut sedang dalam proses perundingan. Nantinya, pengelolaan AK akan dipegang Unila sebagai pembina.
Adapun biaya operasional AK ada yang berasal dari Dikti dan pemerintah daerah (Pemda) setempat. Minimal, Pemda turut mengucurkan dana berkisar 10 persen dari total yang dibutuhkan. Kendati memang, para mahasiswa akan tetap dikenakan biaya kuliah.
AK di dua kabupaten tersebut minimal terdiri dari dua kelas, dengan dua program studi (prodi). Kabupaten Pringsewu akan membuka Prodi Automotif dan Pengelasan dan Prodi Teknik Bangunan dan Lanskap. Sedangkan Kabupaten Mesuji akan membuka Prodi Las dan Pabrikasi Logam dan Prodi Perbaikan Bodi automotif.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.