Koalisi Setgab Tinggal Kenangan

Misbahol Munir, Okezone · Sabtu 04 Januari 2014 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2014 01 04 339 921607 2qhsCtbWn3.jpg Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Pernyataan juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul yang menyebut partai "besan" sudah tidak lagi seirama dengan partai besutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menyikapi timwas Century beberapa waktu lalu, bisa jadi merupakan puncak keretakkan di tubuh partai-partai koalisi pendukung SBY.  

 

Sejatinya bukan hanya PAN yang kritis terhadap SBY, melainkan PKS juga kerap memilih "berseberangan" dengan Setgab.

 

Pengajar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi melihat unsur kepentingan elit dan parpol anggota koalisi memang sejak awal sulit disatukan dalam satu bangun yang bernama Setgab. Begitu banyak kepentingan parpol yang tidak bisa diakomodasi oleh SBY sehingga membuat kebijakan parpol "berantakkan" dan sangat cair.

 

"Apalagi tahun 2014 yang tinggal menyisahkan beberapa bulan pemerintahan yang efektif, Setgab ibaratnya seperti perahu layar koyak yang sengaja ditinggal pergi para penumpangnya satu persatu," kata Ari kepada Okezone, Sabtu (4/1/2014).

 

Menurut dia, elit partai sebetulnya sudah punya kalkulasi politik, apakah akan efektif tetap membela SBY atau harus berseberangan dengan SBY demi pengamanan popularitas dan elektabilitas parpol jelang Pemilu 2014.

 

"Elit parpol justru memilih mendekat ke magnet politik baru. Lihat saja pernyataan-pernyataan fungsionaris PAN, PKS dan PKB yang siap diduetkan dengan Jokowi, ini kan menunjukkan kegenitan berpolitik tanpa menghiraukan lagi rumah lamanya di Setgab," kata dia.

 

Sedangkan parpol yang tidak tertampung, pasti akan menjajaki untuk berpasangan dengan capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

 

"Kalau itu terjadi, makin benarlah pameo yang menyebut tidak ada musuh politik yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan politik," pungkasnya.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini