Share

Partai Koalisi Mulai Tinggalkan SBY

Tegar Arief Fadly, Okezone · Sabtu 04 Januari 2014 07:38 WIB
https: img.okezone.com content 2014 01 04 339 921587 gvpvYDFqTL.jpg Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Seluruh partai anggota Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi diprediksi akan segera meninggalkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Mereka disinyalir tidak akan serta-merta menyepakati apapun keputusan Presiden SBY di pemerintahan.  

 

Hal itu dapat dilihat dari perbedaan pendapat anggota Setgab dalam beberapa hal, misalnya dalam keputusan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Mahkamah Konstitusi (MK), serta perpanjangan masa kerja Tim Pengawas (Timwas) kasus bailout Bank Century.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

 

Bahkan, partai yang selama ini selalu menurut dengan SBY, yakni Partai Amanat Nasional (PAN) pun berbeda pendapat dengan Partai Demokrat, partai pimpinan Setgab, dalam hal Timwas Century. Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pun bersikap sama.

 

Menurut pengamat politik Charta Politica, Arya Fernandez, partai anggota Setgab mulai meninggalkan Partai Demokrat dengan memanfaatkan kesibukan partai pimpinan SBY itu, untuk kepentingan pencitraan jelang Pemilu.

 

"Partai koalisi sadar bahwa Demokrat sekarang tidak bisa mengendalikan koalisi. Demokrat sibuk menangani kemerosotan suara, sibuk konvensi, dan sibuk menangani kasus hukum. Pada saat yang sama posisi tawar Demokrat rendah," ujarnya kepada Okezone di Jakarta, Jumat (3/1/2014) malam.

 

Menurut Arya, partai koalisi sadar jika tetap mengikuti Partai Demokrat mereka akan terkena imbasnya dari penurunan suara Partai Demokrat. "Koalisi ini mencari celah untuk melihat tidak selamanya seiya sekata dengan Demokrat. Kepentingan pencitraan saja, kepentingan 2014," tegasnya.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini