Share

Perusahaan Tender Bus Transjakarta Tak Disurvei

Aisyah, Okezone · Kamis 27 Februari 2014 07:06 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 27 500 947150 9Xb9ZtybnV.jpg

JAKARTA - Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, tim pengadaan Bus Transjakarta tidak pernah mensurvei kondisi perusahaan peserta tender sebelum penentuan pemenang.

"Survei ke lapangan tidak dilakukan karena data dikirim melalui internet. Survei baru dilakukan setelah pemenang tender dilakukan. Setelah pemenang ditentukan, baru dilakukan pengecekan data melalui dokumen yang mereka berikan," kata Syafrin kepada Okezone, Rabu (26/2/2014).

Syafrin mengungkapkan, proses pengecekan dokumen pemenang tender Bus Transjakarta dilakukan hanya melalui dokumen fisik yang dibawa saat penandatanganan kontrak.

"Jadi, kami yakin dokumen yang mereka tunjukan sudah sesuai. Tidak ada survei ke lapangan. Hanya pengecekan dokumen apakah data yang dimasukkan sesuai dengan data yang masuk di internet," ucapnya.

Sebelumnya, ada keanehan yang ditemukan saat Okezone berkunjung ke kantor pemenang tender pengadaan Bus Transjakarta, PT Ifani Dewi. Hanya ada dua orang karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut. PT Ifani Dewi juga hanya berkantor di sebuah ruko di Jalan Tebet Raya nomor 11, Jakarta Selatan.

Koordinator Divisi Investigasi Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi menilai, pemenang tender yang mengelola uang ratusan miliar untuk pengadaan Bus Transjakarta tidak mungkin hanya berkantor di ruko.

β€œIni mengonfirmasikan kepada publik bahwa pemenang tender tidak masuk akal. Masa mau mengelola uang ratusan miliar berkantor hanya di sebuah ruko. Ini salah satu kejanggalan,” ujarnya.

(trk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini