Share

Bus Ulang Alik Berbahaya

Isnaini, Okezone · Sabtu 13 September 2014 02:19 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 13 500 1038475 t9vNy9NkLh.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota, akan dilengkapi dengan sarana transportasi umum. Bus yang diberi nama bus ulang-alik akan beroperasi di ruas tol tersebut.  

 

Pengamat Transportasi Publik, Darmaningtyas menilai pengoperasian bus tersebut sangat berbahaya bagi pengendara lainnya. Hal itu disebebkan, laju kendaraan di jalan tol yang bebas hambatan akan terganggu dengan aktivitas menaik-turunkan penumpang di sepanjang jalan.

 

"Itu sangat tidak masuk akal. Jalan tol itu bebas hambatan, kalau bus itu menaik turunkan penumpang, otomatis kendaraan yang dibelakangnya akan terganggu. Dengan kecepatan normal 60 kilometer di dalam tol, ketika berhenti, mobil di belakangnya sangat tidak aman," jelasnya dalam diskusi bertajuk 'Betulkah Jakarta Butuh Enam Ruas Jalan Tol Dalam Kota' di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, Jumat (12/9/2014).

 

Selain itu, posisi halte yang akan ditempatkan menjorok keluar jalur, dinilai terlalu dipaksakan. Tinggi halte yang mencapai 10 meter membutuhkan sarana penunjang lain agar memudahkan penumpang untuk mencapai halte tersebut.

 

"Dengan tinggi 10 meter pasti butuh eskalator atau lift. Terlalu maksa, hanya akal-akalan saja," ungkapnya.

 

Hal senada juga diungkapkan Relawan untuk Jakarta Baru, Harry Wibowo. Menurutnya, jika bus tersebut dioperasikan di dalam tol akan memakan satu lajur jalan. Dengan standar ukuran yakni lebar 12 meter dalam satu jalur, penggunaan lajur khusus bus ulang-alik, akan membuat ukuran jalan terlalu sempit.

 

"Kalau satu jalur lebarnya 12 meter dan biasanya tiga lajur, kemudian diambil satu lajur untuk bus, ini menjadi bukan ukuran standar tol. Itu sangat mustahil," ucapnya.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini