Share

Evaluasi Jelang Pilpres, KPU Depok Pecat Petugas PPS

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Selasa 10 Juni 2014 23:03 WIB
https: img.okezone.com content 2014 06 10 568 996781 ccmFdxPZ6J.jpg

DEPOK - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok melakukan evaluasi dan mengantisipasi terjadinya kecurangan saat penyelenggaraan Pilpres mendatang. Caranya dengan melakukan komunikasi dan penilaian terhadap seluruh anggota PPS, PPK, dan KPPS.

 

Sebab, KPU Depok tak mau kecolongan lagi terkait kasus kecurangan dan tindak pidana pemilu yang terjadi di Kecamatan Tapos saat Pileg kemarin. Juru Bicara KPU Depok Nana Sobharna mengatakan kecurangan di tingkat PPS kemarin memberikan pelajaran bagi KPU Depok.

 

"Ini jadi pelajaran berharga, berikan pemahaman dan bimbingan teknis kepada PPK, PPS, dan KPPS, pahami kewajibannya, kami mengevaluasi mana yang masih penuhi syarat, mana yang tidak. Ada beberapa panitia adhock yang sudah (dipecat), ada beberapa orang saja di tingkat PPS," katanya di Depok, Selasa (10/06/2014).

 

Nana menegaskan seluruh penyelenggara pemilu harus menjunjung tinggi integritas. Hal itu demi terwujudnya demokrasi dan pendidikan politik yang baik di masyarakat.

 

"Sesungguhnya di bawah kalau saja bisa tunduk, memegang teguh independensi, dan integritas, pasti pelaksanaan Pemilu akan semakin baik," tutupnya.

 

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Depok menjatuhkan vonis terhadap dua terdakwa tindakan pelanggaran pidana pemilu. Keduanya yakni Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Adma Yasa dan saksi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Agustian.

 

Keduanya divonis bersalah lantaran terbukti memindahkan atau menggelembungkan suara salah satu caleg. Modus tersebut terjadi saat suara sudah di PPS dari C1 ke D1.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini