Share

Data Tak Sesuai, Blacklist Kepala Sekolah

Margaret Puspitarini, Okezone · Sabtu 05 Juli 2014 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2014 07 05 373 1008715 4r9Iy0wlSW.jpg Ilustrasi : laman SNMPTN 2014/snmptn.ac.id

JAKARTA - Sebanyak 1.712 calon mahasiswa Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 dinyatakan lolos verifikasi akademik di Universitas Lampung (Unila). Namun, masih ada dua calon mahasiswa yang masih menunggu verifikasi lanjutan.

Koordinator Humas Panlok SNMPTN Unila Muhamad Komarudin mengungkap, pihak sekolah dari dua calon mahasiswa yang belum dinyatakan lolos verifikasi akademik harus terlebih dahulu memberikan klarifikasi kepada pihak panitia, khususnya tim verifikasi.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

โ€œYang dua orang masih dalam proses lanjutan. Kami beri waktu bagi kepala sekolahnya untuk mengklarifikasi atas adanya perbedaan nilai raport siswanya yang kami temukan. Dari situ akan kami lihat tingkat kesalahan hingga indikasi kesengajaannya, hasil akhir baru ditentukan kemudian,โ€ ujar Komarudin, seperti dikutip dari laman Unila, Sabtu (5/7/2014).

Dua tahun sebelumnya, kata Komarudin, Panlok Unila pernah menemukan kasus serupa pada verifikasi data akademik calon mahasiswa jalur SNMPTN. Pasalnya di beberapa sekolah terkait tidak melakukan klarifikasi maka sekolah tersebut direkomendasikan untuk di black list secara nasional.

โ€œNah soal black list ini ada sisi positif dan negatifnya. Positifnya hal ini dapat memberikan efek jera agar hal serupa tidak terjadi lagi. Negatifnya, jika yang di-black list siswanya maka yang menerima hukuman tidak hanya kepala sekolah melainkan para siswa sekolah yang berada di angkatan berikutnya yang kehilangan kesempatan mengikuti SNMPTN di Unila,โ€ paparnya.

Itu sebabnya, lanjut Komarudin, terdapat wacana lain bilamana ditemukan kecurangan dalam SNMPTN. Pihaknya berpendapat, yang seharusnya diberikan hukuman adalah kepala sekolah sebagai penanggung jawab input data akademik peserta SNMPTN bukan siswa angkatan selanjutnya yang sebenarnya tidak terkait atas kesalahan kakak kelas atau kepala sekolahnya.

โ€œTapi apapun sanksinya, nanti pusat yang menentukan. Kami hanya memverifikasi dan hanya sebatas merekomendasikan saja kalaupun benar-benar terjadi kesengajaan. Tapi yang jelas bagi mereka yang tidak hadir berarti kita diskualifikasi,โ€ urai Komarudin.

Panitia pusat melalui panitia lokal SNMPTN Unila mengumumkan sebanyak 1.928 calon mahasiswa berhasil lolos dalam SNMPTN. Dari jumlah tersebut sebanyak 214 tidak melakukan penyerahan berkas pada proses pendaftaran ulang pada 17 Juni lalu, sehingga dinyatakan gugur sebelum proses verifikasi.

(mrg)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini