Share

Australia: SBY & Mega Tak Terlibat

ant, · Jum'at 01 Agustus 2014 18:15 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 01 339 1019323 Q7CQGpVtfa.jpg Mega dan Jokowi di sela kampanye di Palembang (foto: Antara)

JAKARTA - Kedutaan Besar Australia di Jakarta membantah keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dalam kasus Securency (pencetakan uang) yang diduga melibatkan sejumlah tokoh politik di Asia Pasifik.

Kedubes Australia mengakui ada perintah pencegahan penyebarluasan informasi yang bisa memberi kesan keterlibatan tokoh politik senior tertentu dalam korupsi di kawasan Asia Pasifik.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Pemerintah Australia memandang bahwa perintah pencegahan tetap merupakan cara yang terbaik untuk melindungi tokoh politik senior dari risiko sindiran yang tak berdasar.

"Ini merupakan kasus rumit yang telah berlangsung lama yang menyangkut sejumlah besar nama individu. Penyebutan nama-nama tokoh tersebut dalam perintah itu tidak mengimplikasikan kesalahan pada pihak mereka. Pemerintah Australia menekankan bahwa Presiden dan mantan Presiden Indonesia bukan pihak yang terlibat dalam proses pengadilan Securency," begitu isi rilis Kedubes Australia di Jakarta.

"Kami menyikapi pelanggaran perintah pencegahan ini dengan sangat serius dan kami sedang merujuknya ke kepolisian."

Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar pemerintah Australia memberikan penjelasan mengenai informasi yang dikeluarkan situs Wikileaks terkait sinyalemen adanya perintah mencegah penyidikan atas dugaan korupsi sejumlah pejabat di negara Asia.

"Berita yang dikeluarkan Wikileaks sesuatu yang menyakitkan, saya mengikuti apa yang dilaksanakan Australia, Menlu laporkan pada saya setelah komunikasi dengan Duta Besar RI di Canberra dan Duta Besar Australia," kata SBY, kemarin. (Klik: SBY: Wikileaks Menyakitkan!)

(trk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini