NGAWI - Api masih terus berkobar dari sumur di tengah sawah di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (9/9/2014).
Sudah beberapa hari terakhir pemandangan tersebut terlihat di lokasi. Kobaran api setinggi beberapa meter juga disertai keluarnya lumpur.
Meski demikian, hingga hari ini belum ada petugas dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang meneliti di lokasi. Padahal, warga khawatir gas yang keluar dari sumur tersebut beracun.
Para petani juga masih menggunakan air yang muncul bersamaan dengan kobaran api dan semburan lumpur tersebut untuk mengairi sawah. Pihak yang datang hanya dari Kepolisian, petugas PLN, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi. Petugas PLN datang karena titik semburan berada tidak jauh dari tower saluran udara tegangan ekstra tingi (SUTET).
Selain itu, semakin banyak warga yang datang ke lokasi untuk sekadar membunuh rasa penasaran. Mereka rata-rata berasal dari desa lain.
Seorang petani, Salimun, menjelaskan, sejauh ini warga hanya menganggap semburan tersebut sebagai fenomena alam biasa. Tidak ada yang mengetahui pasti kadar zat dan gas yang menyembur tersebut, apakah masih dalam batas aman atau tidak.
Dia berharap pemerintah segera menurunkan tim ke lokasi untuk menliti munculnya semburan api tersebut, mengingat peristiwa ini bukan pertama kali terjadi. Pada akhir 2013, peristiwa yang sama juga terjadi di titik sekira 75 meter dari lokasi saat ini.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.