nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hukuman Ditambah 18 Tahun, Luthfi Hasan Pasrah

Dede Suryana, Jurnalis · Selasa 16 September 2014 10:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 09 16 339 1039696 YPyP8cre4F.jpg Luthfi Hasan Ishaaq (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Majelis Kasasi Mahkamah Agung (MA) memperberat hukuman mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq dari 16 tahun menjadi 18 tahun penjara. Luthfi juga dicabut hak politiknya untuk dipilih sebagai pejabat publik.

Putusan kasasi dijatuhkan oleh majelis kasasi yang beranggota Hakim Agung M Askin dan MS Lumme, Senin kemarin dengan suara bulat tanpa dissenting opinion. Pertimbangan penambahan hukuman Luthfi karena selaku anggota DPR, Luthfi terbukti melakukan hubungan transaksional dengan mempergunakan kekuasaan elektoral demi imbalan atau fee dari pengusaha daging sapi.

Luthfi terbukti menerima janji pemberian uang senilai Rp40 miliar dari PT Indoguna Utama dan sebagian di antaranya, yaitu senilai Rp1,3 miliar, telah diterima melalui Ahmad Fathanah.

Kuasa Hukum Lutfi Hasan Ishaaq, Ahmad Rozi, mengaku belum menerima salinan putusan dari majelis Kasasi MA. “Saya baru tahu dari media,” kata Rozi saat dihubungi Okezone, Selasa (16/9/2014).

Kendati demikian, lanjut Rozi, jauh-jauh hari sebelum keputusan dikeluarkan MA pihaknya sudah berdiskusi dengan Luthfi tentang kemungkinan diterima atau ditolaknya langkah hukum itu. “Ustadz Luthfi hanya berkata, sebagi muslim kita harus semakin mendekatkan diri kepada Allah. Apabila hukuman berkurang kita bersyukur apabila ditambah ya bersabar,” ujarnya menirukan ucapan Luthfi.

Terkait langkah hukum yang akan ditempuh, Rozi mengatakan, tinggal upaya hukum luar biasa yakni Peninjauan Kembali (PK). Namun, sejauh ini dirinya belum memutuskan akan menempuh PK atau menerima putusan MA tersebut.

"Belum diputuskan, kita harus melihat dulu detail pertimbangan hukum majelis kasasi MA. Kita masih menunggu salinan putusan kasasi,” tutupnya.

Luthfi sebelumnya divonis 16 tahun penjara oleh pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) . Luthfi dianggap terbukti korupsi dan melakukan tindak pidana pencucian uang. Selain hukuman penjajra, Luthfi dikenakan denda Rp1 miliar, subsider satu tahun kurungan.

Di tingkat banding, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta hanya memperbaiki lamanya subsider denda, yaitu dari satu tahun kurungan menjadi enam bulan kurungan.

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini