nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Pelecehan Seksual Raja Solo Tagih Janji LPSK

Bramantyo, Jurnalis · Kamis 02 Oktober 2014 01:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 10 02 511 1047122 fJRrN7vTjY.jpg Korban Pelecehan Seksual Raja Solo Tagih Janji LPSK (ilustrasi)

SUKOHARJO - Tim kuasa hukum AT, remaja korban tindakan asusila yang diduga dilakukan Raja Solo, Pakubuwono (PB) XIII Hangabehi, menagih janji Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) untuk menyediakan psikolog. Pasalnya, hingga saat ini kondisi psikis AT terus mengalami penurunan.

"Terus terang kami membutuhkan seorang psikolog untuk membangun kembali psikis AT yang menurun. LPSK sendiri berjanji siap menyediakan psikolog untuk AT," kata kuasa hukum AT, Asri Purwanti, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (1/10/2014).

Berdasarkan keterangan kedua orangtua, perilaku AT pasca-insiden asusila tersebut sangat mengkhawatirkan. Dia sering berteriak-teriak histeris sendiri. Salah satu penyebabnya yakni usia kandungannya yang sudah menginjak 6 bulan.

“AT terkadang menggesek-gesekan perutnya ke badan ibunya sambil berucap, ‘Bu ini perutku dipindahkan saja ke ibu, kalau tidak dibuang saja, aku sudah nggak kuat’, " ucap Asri menirukan ibunda AT.

Tak berhenti sampai di situ, saat AT melihat anak-anak seusia-nya berangkat ke sekolah, dia berteriak memanggil anak-anak tersebut.

"Mbak enteni aku ya (tunggu saya ya). Aku juga mau sekolah. Bu, seragamku mana, jilbabku ditaruh di mana. Aku tak ke sekolah ya, perutku sudah kempes loh," paparnya.

Apalagi saat melintasi kuburan, AT langsung menarik tangan ibu tirinya sambil berkata, "Bu, delok'en, wong sing gawe aku meteng, engko yo mati koyok iki (bu, lihat, orang yang bikin aku hamil nanti ya mati kayak ini)," tutur Asri sambil menujukan kuburan yang dilalui AT.

Sejak kejadian itu, keluarga AT menjadi sorotan warga di tempat tinggalnya. Karena itulah ayah AT, dua kali tak memenuhi pemanggilan polisi. Untuk menghindari pemanggilan paksa dari polisi, tim kuasa hukum merayu kedua orang tua AT untuk datang memenuhi panggilan.

Ditanya soal tes DNA, tim kuasa hukum memastikan cara itu akan ditempuh setelah anak yang dikandung AT lahir. "Kita pasti melakukan Test DNA. Tapi tunggu setelah anak AT lahir," tandasnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini