Lacak Korban Kapal Pengantin lewat Burung Gagak

Syaiful Islam, Okezone · Jum'at 17 Oktober 2014 09:23 WIB
https: img.okezone.com content 2014 10 17 340 1053359 ATBMEgrxis.jpg Tim SAR mengevakuasi korban kapal tenggelam di Sumenep (Antara/Seno)

SUMENEP - Masyarakat Desa Brakas, Kecamatan/Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih mencari para korban Kapal Jabal Nur yang tenggelam di perairan perbatasan Madura-Bali pada Senin 6 Oktober. Jumlah korban yang belum ditemukan sebanyak 21 orang.

Kapal Jabal Nur sendiri mengangkut rombongan pengantin pria dari Pulau Raas menuju Bali dengan jumlah penumpang 51 orang. Sebanyak 30 penumpang sudah ditemukan, dengan rincian 22 orang meninggal dan delapam selamat. [Baca: Mayat Tanpa Kepala Ternyata Penumpang Kapal Pengantin]

Dalam mencari penumpang yang hilang itu, mereka mengandalkan gagak. Jadi, para nelayan memantau keberadaan burung tersebut. Bila ada segerombol burung gagak terbang ke suatu tempat, maka diikuti oleh nelayan.

Hal itu dilakukan karena sejumlah korban yang ditemukan oleh nelayan sebelumnya juga melalui petunjuk burung gagak. Sehingga, cara tersebut yang kembali dipakai masyarakat untuk mencari keberadaan 21 korban yang masih hilang.

"Kami menjadikan burung gagak sebagai petunjuk untuk mencari korban kapal tenggelam yang masih hilang," terang salah seorang warga Desa Brakas, Fauzi Muhfa, Jumat (17/10/2014).

Munurut Fauzi, cara yang bisa dilakukan masyarakat hanya itu. Mereka menepi di pinggir pantai sambil memantau keberadaan gagak. Ketika melihat segerombolan gagak terbang ke suatu tempat, segera diikuti dengan menaiki perahu.

"Terkadang nelayan menemukan bangkai sapi, ikan, dan hewan lain. Pihak keluarga berharap mereka yang belum ditemukan dalam kondisi selamat. Doa dari warga dan keluarga terus dipanjatkan untuk keselamatan mereka yang masih hilang," paparnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini