“Negara ini takkan pernah bisa berjalan baik dan sempurna jika dikuasai satu golongan saja. Apakah itu di eksekutif maupun di legislatif. Kekuasaan harus berbagi secara adil dan berimbang,” terang mantan Menteri Hukum dan HAM itu.
Dia mencontohkan pengisian jabatan di eksekutif dan legislatif di awal reformasi atau Pascapemilu 1999. Di sana ada keseimbangan dan musyawarah yang dikedepankan.
Seharusnya, kata Yusril, para politisi bicara dari hati ke hati dan tidak mengedepankan arogansi.
"Inti dari semua itu adalah para politisi harus mampu menahan diri. Kedepankan kedewasaan berpolitik dan cari penyelesaian. Kompromi adalah kunci penyelesaian masalah yang kini dihadapi bangsa dan negara. Gejala mulai mengarah kepada kekisruhan," pungkasnya.
(Anton Suhartono)