MINAHASA UTARA - Pencarian pesawat carter milik Elang Nusantara Air yang jatuh di Pantai Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, kemarin pagi, menemui titik terang. Alat pendeteksi memindai benda logam yang diduga bangkai pesawat di kedalaman 50 meter.
"Marine detector memantulkan sonar atau pantulan frekuensi ke dasar laut. Jadi, apa pun bentuk yang ada di dasar laut itu dikeluarkan di layar monitor. Yang tadi muncul benda berwarna merah, artinya itu wujud logam, diduga bangkai pesawat. Ada juga bentuk benda berwarna kuning, itu karang," ujar Deputi Operasi Badan SAR Nasional Mayjen TNI Tatang Zainudin, di Minahasa Utara, Rabu (3/12/2014).
Posisi pesawat berada di jurang laut, sehingga sulit dilakukan penyelaman. Tim SAR sendiri sudah berada pada kedalaman 30 meter di bawah permukaan air. Penyelaman dilakukan secara bertahap mulai 30 hingga 125 meter di bawah permukaan air.
"Semoga alat itu dapat memberikan signal baik dan akurat bisa 100 persen, sehingga secepatnya bisa dilakukan evakuasi bangkai pesawat," katanya.
Pihaknya juga akan menurunkan robot pendeteksi logam sore nanti, setelah tim penyelam ke permukaan. Alat tersebut menggunakan kekuatan scanning sonar dan dapat menampilkan benda di kedalaman 300 meter secara jelas.
Kelemahan benda itu mudah terseret arus kencang bawah laut. "Tim akan berusaha untuk melakukan pencarian hingga sore hari. Namun jika keadaan tidak memungkinkan, dilanjutkan besok pagi," jelasnya.
Seperti diberitakan, pesawat jenis thrush 150 P sebenarnya dalam perjalanan dari Gorontalo ke Tarnate kemudian Sorong. Namun karena cuaca buruk, pesawat dialihkan ke Bandara Samratulangi Manado. Belum sempat mendarat, pesawat berisi dua orang itu jatuh ke laut.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.