Serobot Tanah Kuburan, Empat Makam Dibongkar Paksa

Erie Prasetyo, Okezone · Kamis 04 Desember 2014 08:33 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 04 340 1074419 serobot-tanah-kuburan-empat-makam-dibongkar-paksa-1yv6L1V7nW.jpg Serobot Tanah Kuburan, Empat Makam Dibongkar Paksa (foto: Okezone)

DELI SERDANG - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Al-Ikhlas yang berada di Jalan Suryadi Kampung Agas Desa Sampali Percut Sei Tuan, dibongkar oleh sekelompok orang tidak dikenal, pada Selasa 3 Desember 2014, petang.

Akibatnya, empat jasad yang dikubur di lokasi tersebut raib. Kejadian pembongkaran itu diketahui oleh seorang warga bernama Kenaris (56) yang sedang melintas di lokasi.

"Yang pertama kali menghetahui saya," ujar Kenaris kepada wartawan, Kamis (4/12/2014).

Saat melintas di depan TPU, dia melihat empat makam sudah terbongkar.

"Rencana saya mau memperbaiki gubuk di dekat situ, rupanya saya lihat kuburan sudah terbongkar dan melihat ada tulang yang tertinggal, sarung tangan dan botol kecil berisi minyak," jelas mantan penggali kubur di TPU Al-Ikhlas itu.

Kenaris juga sempat melihat belasan pria baru saja meninggalkan TPU sambil membawa alat-alat pembongkaran, serta jasad-jasad tersebut.

"Saya sempat lihat belasan pria dari TPU itu, mereka bawa cangkul dan jasad. Tapi mereka mencar pulangnya. Saya tidak curiga, saya pikir ahli waris sama pengembang sudah sepakat untuk ganti rugi. Soalnya, belakangan ini ada kabar kalau kuburan mau diganti rugi," terangnya.

Ilustrasi lahan makam

Setelah menyaksikan hal tersebut, dia pun melapor kepada empat ahli waris kuburan itu. Alangkah terkejutnya dia mendengar kalau ahli waris tidak pernah mendapat ganti rugi atas pembongkaran itu.

Merasa dirugikan, empat keluarga ahli waris pun bersama ketua adat dan masyarakat melaporkan kejadian ini ke Polresta Medan. "Saya sudah diperiksa, sekarang ahli waris juga sedang diperiksa," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI) Sampali, Surya Deli (42) menjabarkan, pembongkaran TPU seluas dua hektar itu sengaja dilakukan oleh pengembang yang ingin menguasai lahan kuburan dan ladang.

"Menurut kami ini suruhan pengembang. Soalnya belakangan hari ini pengembang mendatangi ketua adat dan ahli waris, tapi keinginan pengembang ditolak. Pengembang mau menguasai lahan TPU seluas dua hektar dan ladang 270 hektar," sebutnya.

Mereka meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini. "Ke mana lagi kami kalau sudah meninggal, kuburan saja dibongkar. Itu tanah sengaja dibuat jadi TPU untuk masyarakat. Kami mau orang-orang yang melakukan pembongkaran itu segera ditangkap," pungkas Surya.(fid)

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini