MINAHASA UTARA - Pencarian bangkai pesawat jatuh di perairan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, yang menggunakan remote operated vehicle (ROV) lengkap dengan kamera bawah laut, terkendala arus deras.
Alat berbanderol miliaran rupiah itu memang mudah hanyut terbawa arus. Permasalahan lainnya yang dihadapi Tim SAR yakni luasnya wilayah yang disisir serta tidak pastinya lokasi pesawat itu jatuh.
Sudah enam kali ROV berpindah lokasi mencari keberadaan pesawat bertipe Thrush 510 P milik Elang Nusantara Air itu, namun belum membuahkan hasil. Bangkai pesawat diperkirakan berada di kedalaman 70 sampai 200 meter.
Tim SAR gabungan dari Basarnas, Bakorkamla, dan TNI/Polri pun menghentikan sementara pencarian di hari ketiga ini. Sesuai jadwal, pencarian dilanjutkan mulai besok pagi.
Seperti diberitakan, pesawat nahas itu terbang dari Gorontalo menuju Ternate dan Sorong. Dalam perjalanan terjadi cuaca buruk sehingga pesawat dialihkan untuk mendarat di Bandara Samratulangi Manado.
Belum sempat mendarat, pesawat tersebut jatuh di Pantai Kema atau sekira 17 mil dari bandara. Dua orang di dalamnya, yaitu pilot bernama Roni asal Pekanbaru dan teknisi Pian Sofyan asal Bandung, belum diketaui nasibnya.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.