Nama Ki Ageng Balak memiliki dua arti dan merupakan turunan dari kisah tersebut. Arti pertama Balak adalah mbalelo atau membangkang (melawan). Ini karena dia menolak perintah Prabu Brawijaya V saat diminta menikah dan saat diminta pulang ke Keraton Majapahit.
Sedangkan arti kedua, Balak adalah pageblug yang berarti Raden Sujono bisa menyelesaikan masalah yang terjadi di Majapahit. "Karena itu namanya terkenal sebagai Ki Ageng Balak dan nama aslinya mulai tersamarkan," ungkapnya.
Namun sebagai juru kunci, Heri justru memiliki pandangan lain mengenai siapa sebenarnya Ki Ageng Balak. Baginya, Ki Ageng Balak tidak berkaitan dengan sejarah melainkan hanya cerita yang berkembang di masyarakat.
Kalau cerita berdasarkan sejarah, ungkap Heri, otomatis kisahnya berjalan runut (berurutan) dan memiliki tahun. Kemudian bila garis keturunan ditarik kemana pun, pasti akan diketahui.
"Misalnya dikatakan beliau putra Brawijaya V dari garwa selir. Namun selir yang mana? siapa nama ibunya? Berbeda jika itu sejarah, pasti diketahui siapa nama ibunya. "Dicari dari buku, babad manapun tidak akan ada, karena ini hanya cerita," pungkas Heri.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.