SRI LANKA - Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa mengakui kekalahannya dalam pemilihan presiden, Jumat, 9 Januari. Rajapakasa harus mengakhiri kekuasaan setelah 10 tahun memimpin negara tersebut. Selama kepemimpinannya, Rajapaksa dihujani kritik karena gayanya yang ototiter serta sarat korupsi dan nepotisme.
Rajapaksa dikalahkan oleh pesaingnya, Mithripala Sirisena. Komisi Pemilu Sri Lanka menyatakan, dari 3,26 juta suara yang dihitung, Sirisena memperoleh 51,3 persen dan Rajapaksa memperoleh 46,9 persen. Sedangkan kandidat lainnya hanya meraih 1,8 persen.
Rajapaksa sendiri dikabarkan telah bertemu Sirisena terkait hasil pemilu tersebut. Kegembiraan tampak di Ibu Kota Sri Lanka, Kolombo. Situasi di negara itu pun dilaporkan kondusif.
Sirisena merupakan mantan menteri berusia 63 tahun. Kandidat dari partai oposisi ini memiliki program untuk membasmi korupsi dan membawa reformasi konstitusional khususnya dalam bidang pemerintahan. Dilansir Reuters, Jumat (9/1/2015), Sirisena dijadwalkan dilantik hari ini.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan India melangsungkan pemilu. Kerry juga berharap dapat segera bekerjasama dengan Sirisena di masa mendatang.
"Saya sangat menantikan bekerjasama dengan Presiden terpilih Mithripala Sirisena seiring pengimplementasian programnya selama kampanye untuk menjadikan Sri Lanka negara yang damai, inklusif, demokratis dan makmur," ujar Kerry dalam pernyataan resminya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)