"Laporan selanjutnya saya dengan BPOM terus mantau. Dari RS Siloam dan PT Kalbe yang sudah mengatakan adanya pertukaran obat," ungkapnya
Sebab itu, Menkes Nila meminta Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI untuk ikut memantau peredaran buvanest spinal buatan PT Kalbe Farma, sebagai upaya pencegahan kasus-kasus serupa berikutnya.
"Di sini saya juga meminta kepada Dirjen Binfar untuk memantau dan menarik peredaran anestesi buvanest spinal di seluruh rumah sakit dan kepada dokter anestesi Indononesia," tutupnya.
(Misbahol Munir)