Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kronologi Pembunuhan Sadis di Hotel Golden Sky

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Kamis, 19 Februari 2015 |21:21 WIB
Kronologi Pembunuhan Sadis di Hotel Golden Sky
Ilustrasi Pembunuhan (Dok: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Karyawati yang tewas di Hotel Golden Sky, di Jalan Pluit, Kencana Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu 18 Desember 2015 kemarin, merupakan seorang sales promotion girl (SPG) perusahaan swasta.

Perempuan nahas yang diketahui bernama Amanda Fransiska Santoso (19), tewas merenggang nyawa dengan luka 60 tusukan di tangan pacarnya bernama Tony Rusli (37).

"Pukul 13.30 WIB, siang, kami dapatkan kabar dari pihak hotel, ada sesosok mayat perempuan ditemukan di dalam kamar 206. Pukul 14.00 WIB, kami sampai di hotel dan langsung identifikasi," ungkap Kapolsek Penjaringan, AKBP Kus Subiantoro, kepada wartawan, Kamis (19/2/2015).

Dia menuturkan, pihaknya mendapati perempuan nahas itu dalam posisi telentang yang berada di bawah kasur kamar hotel tersebut. "Wajah mayat itu, saat kita sampai di lokasi ditutupi handuk bewarna putih," bebernya.

Kus langsung meminta anak buahnya untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya, kata Kus, kamar bernomor 206 di lantai dua, Hotel Golden Sky tersebut dipesan oleh Tony Rusli, yang tak lain adalah pacar korban.

"Di lokasi, kami menemukan dari dalam kamar satu buah gunting, pisau, dan tali. Barang bukti benda tajam itu, yang dipakai untuk mengahabisi nyawa si korban," kata Kus.

Lebih lanjut, Kus mengatakan, Tony yang merupakan warga Muara Angke, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, tega menghabisi nyawa pacarnya, lantaran cemburu kepada Amanda yang kini tertutup.

"Mereka sudah menjalin asmara lebih dari setahun, Akhir-akhir ini korban kurang terbuka kepada pelaku. Ini yang mendasari pelaku geram hingga akhirnya tega menghilangkan nyawa korban. Ini kami peroleh dari beberapa teman dekat sepasang kekasih ini," ungkap Kus.

Selain barang bukti yang diperoleh petugas dari dalam kamar, kepolisian juga mendapatkan keterangan dari pengelola hotel berupa rekaman CCTV. Dari tayangan CCTV itu, menggambarkan, Tony saat memesan kamar hotel, seorang diri, kemudian, membawa Amanda ke dalam kamar pukul 11.00 WIB.

"Dari CCTV, pelaku itu baru bersama Amanda setelah memesan kamar terlebih dahulu," ujar Kus.

Beberapa barang bukti yang ditemukan di lokasi tewasnya SPG cantik itu langsung dikembangkan petugas dari Polsek Penjaringan, hingga berhasil mengungkap tempat tinggal pelaku pembunuhan, Tony Rusli, Kamis sekira pukul 03.00 WIB.

"Tony, tinggal di apartemen Lavender, Jakarta Selatan. Apartemen itu milik temannya," ucap Kus.

Mengetahui kedatangan petugas, ungkap Kus, Tony merasa panik. Kepanikan itu membuat Tony takut ditangkap, sehingga langsung terjun dari lantai 23 apartemen ke lantai dasar dan langsung tewas seketika.

"Sebelum kedatangan kami, dia juga sudah kelihatan panik. Ini kami peroleh dari keterangan salah satu pembantu yang bekerja di dalam kamar itu," tukasnya.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement