Bahkan pada wawancara dengan laman berita Sobesednik, 10 Februari dia mengaku takut akan keselamatannya.
“Saya takut Putin akan membunuh saya. Saya yakin dia yang mengobarkan perang di Ukraina. Saya sangat tidak suka dengan dia (Putin),” kata Nemtsov dalam wawancara tersebut, sebagaimana dikutip The Independent, Minggu (1/3/2015).
Beberapa jam sebelum terbunuh, Nemtsov bahkan menyebut kebijakan Putin sebagai kebijakan yang gila, agresif, dan mematikan.
Sang presiden menyatakan mengutuk pembunuhan atas Nemtsov. Negara Eropa dan Amerika Serikat menyatakan belasungkawa mereka atas terbunuhnya wakil perdana menteri masa pemerintahan Presiden Boris Yeltsin tersebut.
(Hendra Mujiraharja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.