Menurut Budi, yang menjadi pertanyaan pihaknya saat ini yaitu di mana negara sendiri saja belum bisa mengetahui keberadaan warganya yang hilang di Turki. Namun dugaan bergabungnya WNI yang hilang tersebut ke ISIS sudah dilemparkan ke publik.
"Saya tidak tahu apakah negara kemudian melempar isu mereka bergabung ke ISIS, kita tidak tahu siapa yang pertama melempar isu tersebut. Tapi justru isu-isu tersebut muncul di media online kalau mereka diduga ikut ISIS. Dan bahkan, muncul pernyataan-pernyataan dari pejabat negara. Dan ini sangat menyakitkan sekali buat keluarga,"jelasnya.
Menurut Budi, pencarian 16 WNI tersebut perlu segera dilakukan oleh negara. Ini perlu dilakukan agar ke-16 WNI yang hilang tersebut jangan sampai kehilangan kewarganegaraannya.
Kecuali bila kemudian hari mereka benar-benar terlibat, itu urusan lain. Yang terpenting saat ini negara menjalankan fungsinya terlebih dahulu untuk mencari keberadaan mereka yang hilang.
"Negara harus jalankan kewajibannya. Jangan sampai mereka kehilangan kewarganegaraannya," pungkasnya.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.