Putin juga mengakui Rusia telah siap untuk menggunakan senjata nuklirnya dalam krisis Krimea tahun lalu. “Kami telah siap untuk melakukannya (menggunakan senjata nuklir), dilihat dari sejarah (Krimea) adalah wilayah kami, warga Rusia tinggal di sana, mereka berada dalam bahaya. Kita tidak bisa menelantarkan mereka,” kata Putin.
Program televisi itu memberikan banyak informasi mengenai pandangan-pandangan sang Presiden Rusia saat memutuskan untuk menganeksasi Krimea tahun lalu. Putin mengakui keterlibatan pasukan Rusia dalam proses terjadinya referendum, dan beberapa informasi mengenai kudeta Presiden Viktor Yanukovich, yang menurutnya menjadi target rencana pembunuhan pada kudeta 2014.
Sampai saat ini, Presiden Putin masih belum diketahui keberadaannya, dia telah menghilang dari sorotan publik sejak 5 Maret lalu. Pria 62 tahun ini telah membatalkan beberapa pertemuan penting dengan kepala-kepala negara dan pejabat tinggi Rusia.
Juru bicara Kremlin telah berulang kali menepiskan rumor mengenai alasan sang presiden menghilang. Hari ini pemimpin Rusia itu dijadwalkan bertemu dengan Presiden Kirgiztan Almazbek Atambayev di St. Petersburg yang mungkin akan menjadi kemunculan perdananya sejak 10 hari ini.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.