YOGYAKARTA - Kereta kuda wisata banyak terlihat di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, terutama saat hari libur. Kereta itu biasa disewa para wisatawan lokal dan mancanegara.
Temu Waluyo (54), warga Rendeng Wetan, Timbolharjo, Sewon, Bantul, menuturkan, para wisatawan biasanya datang saat hari libur. Kuda-kudanya pun dipersiapkan agar selalu sehat saat mengantar para wisatawan.
Temu kemudian menyebut harga satu ekor kuda poni di pasaran sekira Rp40 juta. Itu sudah termasuk kuda yang siap diajak bekerja.
Sementara harga kuda yang masih remaja berkisar Rp30 juta. Kuda tersebut belum bisa diajak bekerja karena harus dilatih bersama kuda lain yang sudah dewasa.
“Kalau naik kereta kuda ini ada kenyamanan tersendiri, tempat duduknya nyaman dan besar, seperti merasakan menjadi raja atau bangsawan,” katanya sedikit promosi.
Sementara Angga, salah satu kusir kuda wisata, mengatakan, kelompok kereta kuda juga terdapat di depan Hotel Inna Garuda, ujung utara Jalan Malioboro, Yogyakarta. Sedikitnya ada 60 kusir kereta kuda dalam kelompok yang bernama ‘Gamping Barat’.
Kelompok ini menggunakan kereta kuda biasa, tidak seperti replika kereta kencana milik Keraton Yogyakarta.
Kuda yang menarik andong juga hanya satu. Jenis kudanya bukan keturunan Australia atau dari negara yang lain. Namun, kudanya cukup dengan jenis kuda sumbawa yang secara fisik jauh lebih kecil dari kuda keturunan luar negeri.
“Kalau ini kuda jenis sumbawa. Kudanya kecil tapi tenaganya luar biasa kuat. Makannya juga tidak terlalu banyak sehingga secara ekonomi lebih irit dari kuda jenis yang lain,” kata Angga yang juga diamini Kelik, kusir kuda wisata yang lain.
Keduanya mengatakan, untuk tarik sekali jalan juga cukup murah, yakni Rp80 ribu. Rutenya, Jalan Malioboro hingga perempatan Titik Nol, kemudian ke barat sampai di pertigaan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah menuju utara.
Hingga menemui pertigaan, belok kanan melintasi Jalan Pasar Kembang. Selanjutnya melintasi Air Mancur dan baru kembali ke Jalan Malioboro ujung utara.
“Kita tawarkan ke mana, kalau mau sampai Alun-alun Utara, keraton, hingga Tamansari juga bisa. Tentunya ongkosnya juga sedikit lebih banyak,” imbuhnya.
Kelik menyebut ada sedikitnya lima kelompok kusir kuda di Kota Yogyakarta, khususnya di sekitar kawasan Jalan Malioboro hingga keraton.
Mulai kelompoknya yang ada di ujung Jalan Malioboro, kemudian di tengah Jalan Malioboro, dan ujung selatan Jalan Malioboro.
Selain itu, terdapat dua kelompok lain yakni di sekitar kawasan Pasar Bringharjo, dan Alun-alun Utara seperti kelopoknya Temu, dan kawan-kawannya.
“Kalau jumlah kusir itu banyak, tapi kalau kelompok ada lima, termasuk kelompoknya Pak Temu yang menarik Kereta Kuda Kencana,” pungkasnya.
(Carolina Christina)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.