Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ahok Sebut Panitia Hak Angket Lucu

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Kamis, 26 Maret 2015 |16:26 WIB
Ahok Sebut Panitia Hak Angket Lucu
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok)/Foto: Dokumentasi Okezone
A
A
A

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menuturkan tidak akan ada masalah bagi panitia hak angket DPRD DKI Jakarta untuk memanggil sejumlah pakar terkait angket untuk dirinya. Hasil investigasi panitia angket tersebut akan diputuskan oleh Mahkamah Agung (MA).

"Mereka mau ngomong apa terserah saja. Yang mutusin saya salah gak salah itu MA. Ya kan sederhananya yang mutusin saya kan MA. Silakan aja ngundang orang mau ngomong apapun. Lucu ajah sih, berselisih sama saya tapi tunjuk orang," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (26/3/2015).

Ia mengatakan, panitia hak angket-lah yang selalu menyatakan dirinya kerap melontarkan kata-kata keras dan tidak beretika. Hal ini dinilai hanya sebagai cara oknum DPRD yang mencoba bernego kembali memasukkan anggaran melalui para pokirnya (pokok pikiran).

"Ini nakut-nakutiin saya saja, supaya saya mau nego terima pokir. Saya kan sudah sampaikan ke DPRD, 1 sen pun tidak bisa titip pokir lagi selama saya jadi gubernur," papar Ahok.

Suami dari veronica Tan ini menuturkan, saat ini panitia hak angket sedang mencari-cari cara untuk menyingkirkan dirinya dari posisi gubernur. Sehingga, bisa menitipkan lagi para pokir untuk memasukkan anggaran di APBD DKI Jakarta.

"Sekarang mereka mau singkirin Ahok dong supaya enggak jadi gubernur. Nah, mau nyingkirin saya tapi nasibnya bukan di tangan mereka, tapi di MA. Silakan saja singkirin saya. Jika bisa nyogok MA, itu pun kalau bisa nyogok. Saya tuh enggak peduli jadi gubernur atau tidak. Cuma, saya akan pastikan selama saya di sini (jadi gubernur), 1 sen pun APBD enggak bisa dicuri," tegasnya.

(Fetra Hariandja)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement