Kisruh Munas Peradi Dikhawatirkan Dicontoh Advokat Muda

Risna Nur Rahayu, Okezone · Senin 30 Maret 2015 22:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 03 30 340 1126711 kisruh-munas-peradi-dikhawatirkan-dicontoh-advokat-muda-CFvVr81bw4.jpg

JAKARTA - Munas ke-2 Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) di Makassar, Sulawesi Selatan belum lama berakhir perpecahan. Ketua Umum DPN Peradi Otto Hasibuan memutus penundaan munas tiga sampai enam bulan ke depan, sementara salah satu kubu tetap melanjutkan munas dan telah menghasilkan ketua umum baru.

Sedianya, salah satu agenda munas tersebut adalah pemilihan Ketua Umum periode 2015-2020. Ada tujuh kandidat yang akan bertarung, yakni James Purba, Juniver Girsang, Hasanuddin Nasution, Humprey R Djemat, Luhut MP Pangaribuan, dan Fauzie Yusuf Hasibuan.

Menanggapi carut marutnya munas tersebut, James Purba menilai penundaan munas membuktikan kegagalan panitia karena tidak bisa melaksanakan seluruh agenda pokok salah satunya pemilihan ketua umum.

"Seharusnya panitia pelaksana memiliki rencana alternatif jika terjadi hal-hal yang mengganggu selama penyelenggaraan Munas II Peradi," ujar James dalam rilisnya di Jakarta, Senin (30/3/2015).

Dia pun menganggap, munas tandingan yang menghasilkan Juniver Girsang sebagai Ketua Umum DPN Peradi periode 2015-2020 tidak sah karena tidak memenuhi syarat. Dia juga khawatir, aksi itu dicontoh para advokat muda yang hadir dalam munas.

"Syarat yang harus terpenuhi, antara lain kewajiban penentuan jumlah kuorum, syarat peserta munas, syarat utusan cabang yang memiliki suara, verifikasi kandidat serta mekanisme dan syarat pemilihan dan/atau pengambilan suara," terangnya.

Dia menyarankan agar panitia baik pusat maupun daerah agar mempersiapkan semuanya lebih baik. Begitu juga dengan kandidat calon ketua umum agar dapat memperhatian dan mematuhi aturan organisasi.

(ris)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini