JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sudah membentuk Tim Percepatan Evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Yaman. Tim itu dibentuk untuk membantu pihak KBRI Yaman mengungsikan para WNI keluar Yaman, dan mencari tempat yang lebih aman.
“Tim ini akan dibentuk menjadi dua gelombang. Tim pertama terdiri dari 15 orang gabungan dari Kemlu, Polri, TNI AU, dan BIN. Mereka akan bertolak dari Bandara Halim Perdanakusuma dini hari ini menuju salah satu bandara yang aman di Kota Sanaa menggunakan pesawat Boeing 737 milik TNI AU,” ujar Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal, saat ditemui kalangan media, di Jakarta, Rabu (1/4/2015).
“Tim kedua, terdiri dari delapan orang, akan bertolak besok pada pukul 19.00. Tim ini akan menuju bandara di Kota Salalah, perbatasan Yaman-Oman. Jadi, nantinya Kota Salalah akan menjadi base pesawat TNI AU, atau titik berkumpul Tim pertama dan kedua. Kenapa kami memilih Kota Salalah di Oman, pertama karena Negara Oman dinilai lebih aman. Kedua, di sana ada bandara internasional yang tidak terlalu sibuk. Ketiga, Oman kami nilai netral. Tidak memihak Yaman, maupun koalisi Arab Saudi,” lanjutnya.
Akan ada empat checkpoint dalam penjemputan WNI di Yaman. Checkpoint itu ada di Kota Salalah, perbatasan Yaman-Oman, Kota Al Hudaidah, Yaman, Kota Al Mukalla, Provinsi Hadramawt, Yaman, dan Kota Jizan, Arab Saudi.