nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Iran Permasalahkan Lembar Fakta Kesepakatan Nuklir

Rahman Asmardika, Jurnalis · Minggu 05 April 2015 11:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 04 05 18 1129304 iran-permasalahkan-lembar-fakta-kesepakatan-nuklir-iRBQjmaq0n.jpg Menteri Luar Negeri dari negara anggota P5+1 berfoto setelah mencapai kesepakatan nuklir dengan Iran di Lausanne, Prancis (Foto : Reuters)

TEHERAN - Pemerintah Iran memperdebatkan ‘lembar fakta’ kesepakatan nuklir yang telah mereka capai dengan pihak Barat. ‘Lembar fakta’ adalah lembaran surat yang memberikan informasi yang berguna mengenai sebuah isu untuk disebarluaskan kepada khalayak umum.

Menurut Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif , pihak Amerika Serikat (AS) telah meletakkan poin yang bukan merupakan bagian dari persetujuan di dalam ‘lembar fakta’ kesepakatan nuklir tersebut. Protes ini terkait masalah sanksi kepada Iran yang seharusnya, menurut Menlu Iran itu, dicabut oleh AS bukan hanya sekedar ditangguhkan seperti yang ditulis pada ‘lembar fakta’ tersebut.

“Pihak AS memuat apapun yang mereka mau dalam ‘lembar fakta’ itu. Saya bahkan telah memprotes isu ini dengan (Menlu AS, John) Kerry sendiri,” kata Menlu Zarif dalam wawancara di stasiun televisi, yang dikutip Reuters, Minggu (5/4/2015).

Dia menyatakan, Iran dapat menarik diri dari kesepakatan ini jika AS tidak menepati bagian mereka dalam perjanjian yang baru saja disepakati pada 2 April 2015 itu.

“Pihak manapun dalam perjanjian ini dapat menarik diri, jika pihak lain melanggar perjanjian. Kemajuan apapun yang telah kami capai dalam bidang nuklir dapat segera dikembalikan. Pengetahuan kami lokal, dan tidak ada yang bisa mengambil hal itu dari kami,” lanjutnya.

Kepala negosiator Iran ini mengingatkan AS bahwa Iran akan menepati perjanjian itu jika AS dan negara Barat melakukan hal yang sama. Dia menekankan pentingnya kesepakatan itu bagi Iran, serta peluang untuk menjalin hubungan yang lebih produktif dengan komunitas Internasional.

Kesepakatan nuklir antara Iran dengan negara P5+1 disambut gembira oleh masyarakat Iran. Kepulangan Menlu Zarif ke Iran disambut meriah oleh segenap warga. Dengan kesepakatan ini Iran dilarang untuk membangun reaktor nuklir baru dalam jangka waktu 15 tahun.

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini