Image

Pemerintah Indonesia Klaim Sudah Maksimal Bantu Siti Zaenab

Arief Setyadi , Jurnalis · Selasa, 14 April 2015 - 23:03 WIB
Pemerintah Indonesia Klaim Sudah Maksimal Bantu Siti Zaenab (Foto: Ilustrasi) Pemerintah Indonesia Klaim Sudah Maksimal Bantu Siti Zaenab (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengaku telah melakukan upaya bantuan hukum untuk menyelamatkan Siti Zaenab dari ancaman hukuman mati. Namun, upaya yang dilakukan ternyata sia-sia karena perempuan kelahiran Bangkalan, Jawa Timur itu tetap dihukum mati.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang diterima Okezone, perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri, termasuk WNI yang menghadapi masalah hukum merupakan prioritas pemerintah Indonesia.

“Dari sejak awal, pemerintah telah berjuang untuk mendampingi yang bersangkutan. Dan memohonkan pengampunan dari keluarga,” tulis siaran pers Kemenlu yang diterima Okezone, Selasa (14/4/2015).

Adapun rangkaian upaya bantuan hukum yang telah dilakukan secara maksimal untuk membebaskan Siti Zaenab dari hukuman mati atas kasus pembunuhan terhadap istri majikannya, Nourah binti Abdullah Duhem Al Maruba pada 1999, antara lain:

- Langkah hukum: menunjuk pengacara Khudran Al Zahrani untuk memberikan pendampingan hukum kepada Siti Zaenab serta memberikan pendampingan dalam setiap persidangan.

- Langkah diplomatik: tiga Presiden RI, yakni Alm. Abdurrahman Wahid (2000), SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) (2011) dan Joko Widodo (2015) , telah mengirimkan surat resmi kepada Raja Saudi yang berisi permohonan agar Raja Arab Saudi memberikan pemaafan kepada WNI tersebut. Selain itu, kepala perwakilan RI di Riyadh maupun Jeddah juga telah mengirimkan surat resmi kepada Emir di Mekkah dan Madinah untuk mendorong pemberian maaf bagi Siti Zaenab.

- Menlu RI juga telah menyampaikan secara langsung dalam pertemuan dengan wakil menteri luar negeri pada Maret 2015 untuk membantu melakukan pendekatan kepada keluarga untuk memberikan pemaafan. Wamenlu Arab Saudi dalam hal ini menyampaikan bahwa upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia sudah luar biasa untuk melindungi warga negara.

- Melakukan pendekatan secara terus menerus kepada ahli waris korban.

- Secara informal, pendekatan juga telah dilakukan kepada pemimpin dan tokoh-tokoh masyarakat, khususnya dari kalangan Kabilah Al Ahmadi yang merupakan suku asal suami korban.

- Meminta bantuan ulama dan Ketua Lembaga Pemaafan Madinah guna melakukan pendekatan kepada keluarga.

- Memfasilitasi kunjungan keluarga (kakak dan anak) Siti Zaenab ke penjara Madinah sekaligus untuk bertemu dengan para ulama dan Ketua Lembaga Pemaafan Madinah. Terakhir kunjungan dilakukan pada tanggal 24-25 Maret 2015.

- Menawarkan pembayaran diyat melalui Lembaga Pemaafan Madinah sebesar SR600 ribu (sekira Rp2 Miliar).

“Pemerintah Indonesia telah dan akan terus melakukan upaya-upaya memberikan perlindungan kepada WNI yang menghadapi permasalahan di luar negeri, termasuk bagi mereka yang terancam hukuman mati. Dalam periode Juli 2011 - 31 Maret 2015, Pemerintah telah berhasil membebaskan dari hukuman mati bagi 238 WNI di luar negeri,” imbuhnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming