Menurut Jenderal David Morrison, misi di Irak itu akan berlangsung selama dua tahun. Namun, Pemerintah Australia akan melakukan evaluasi setelah satu tahun misi berjalan.
Sebelumnya, Pemerintah Selandia Baru juga telah mengirim 143 prajurit dalam misi yang sama. Prajurit Australia dan Selandia Baru nantinya berbasis di Pangkalan Militer Taji di utara Kota Baghdad, Irak, sebagai bagian dari misi bersama Koalisi Internasional pimpinan Amerika Serikat (AS).
Selandia Baru dan Australia tergabung dalam 62 negara yang menjadi bagian dari Koalisi Internasional untuk memerangi kelompok militan ISIS.
(Hendra Mujiraharja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.