Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal 'Angkot' Pertama di Indonesia

Randy Wirayudha , Jurnalis-Jum'at, 24 April 2015 |14:24 WIB
Mengenal 'Angkot' Pertama di Indonesia
Angkutan Bus Damri (Foto: Dok. Kemenkominfo)
A
A
A

JAKARTA – Dewasa ini, kian banyak angkutan-angkutan massal yang jadi moda transportasi masyarakat, baik di Ibu Kota DKI Jakarta maupun daerah. Mengingat sejarahnya, angkutan publik pernah jadi primadona buat rakyat di zaman ‘kuda gigit besi’ ketika masih kesulitan punya kendaraan sendiri.

Memperingati Hari Angkutan Nasional yang jatuh hari ini, Jumat (24/4/2015), tak lengkap jika tak mengulik soal angkutan umum pertama sejak republik ini berdiri. Ya, apalagi kalau bukan Damri atau Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia.

Angkutan berpelat merah (milik negara) ini masih bisa bertahan, meski mulai dikepung armada-armada angkutan lain, baik itu milik swasta maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), macam Transjakarta misalnya.

Sejarah singkat angkutan umum (angkot) di Indonesia bisa dikatakan berawal sejak era pendudukan Jepang, 1943. Saat itu, pemerintahan militeris Jepang membentuk dua institusi angkutan berbayar, yakni Jawa Unyu Zigyosha berupa kendaraan truk, gerobak atau cikar (sejenis dokar).

Sedangkan satu angkutan lainnya, Zidosha Sokyoku, lebih kepada kendaraan dengan mesin bermotor dan bus. Ketika Jepang menyerah dan Republik Indonesia lahir dengan pembacaan proklamasi 17 Agustus 1945, dua jawatan itu diambil alih Jawatan Perhubungan (kini Kementerian Perhubungan).

Jawa Unyu Zigyosha diubah namanya jadi Djawatan Pengangkoetan yang dikhususkan untuk angkutan barang, serta Zidosha Sokyoku diubah jadi Djawatan Angkutan Darat untuk penumpang. Kedua jawatan ini pun digabungkan pada 25 November 1946 menjadi Damri.

Di banyak daerah, angkutan Damri tetap menjelajahi sejumlah rute angkutan seperti biasa. Tapi di Ibu Kota, Damri lebih dikhususkan untuk pengangkutan penumpang menuju dan ke Bandara Soekarno-Hatta serta Bandara Halimperdanakusuma, serta tujuan antara provinsi.

Namun, kadang armada Damri sangat vital artinya sebagai armada alternatif untuk para pemudik di masa-masa menjelang hari raya Iedul Fitri.

(Randy Wirayudha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement