Dalam aksi para aktivis KontraS yang menggunakan pakaian hitam itu, mereka juga mengutuk Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang dinilainya telah melegalkan pembunuhan di Indonesia melalui hukuman mati.
"Jokowi bukan Tuhan dan telah melegalkan pembunuhan di Indonesia. Ia (Jokowi) telah membunuh orang di Indonesia, apa ini namanya revolusi mental?," pungkas salah seorang orator dalam aksinya.
Seperti diketahui, Kejagung akan melaksanakan eksekusi terhadap sembilan terpidana mati. Kesembilan terpidana mati itu yakni Andrew Chan dan Myuran Sukumaran (Australia), Raheem Agbaje Salami (Spanyol), Rodrigo Gularte (Brasil), dan Martin Anderson alias Belo (Nigeria).
Kemudian, Sylvester Obieke Nwolise (Nigeria), Okwudili Oyatanze (Nigeria), Mary Jane Fiesta Veloso (Filipina) dan satu warga negara Indonesia, Zainal Abidin.
(Randy Wirayudha)