TEL AVIV – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan rasisme di Negeri Yahudi tersebut harus dihilangkan.
PM Netanyahu mengungkapkan pernyataan tersebut usai kerusahan rasis yang melanda Israel, khususnya terhadap warga Israel berkulit hitam keturunan Ethiopia.

“Kita harus berdiri bersama untuk mengatasi rasisme. Perbedaan ras harus dihilangkan dari Israel,” ujar PM Netanyahu, seperti dilansir BBC, Selasa (5/5/2015).
Sebelumnya, Isarel dilanda kerusuhan besar. Kerusuhan ini dipicu oleh umat Yahudi keturunan Ethiopia yang menilai Pemerintah Israel telah melakukan diskriminasi. Pihak Kepolisian Isarel pun melepaskan tembakan gas air mata dan water canon untuk membubarkan demonstan.
Presiden Israel, Reuven Rivlin mengatakan, Pemerintah Israel membuat kesalahan dengan mengabaikan isu populasi Ethiopia di negara itu.
“Merupakan sebuah luka dari sebuah komunitas yang sedang menangis karena mengalami diskriminasi dan rasial. Kami harus menghadapi permasalahan ini secara langsung,” ujar Presiden Rivlin.
Saat ini, warga Israel keturunan Ethiopia berjumlah 135.500 dari 8 juta jiwa penduduk warga Israel. Mereka mengeluhkan sering diperlakukan diskriminasi dari Pemerintah Israel dalam berbagai hal seperti pendidikan, kesehatan, dan jaminan sosial.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.