Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sekutu Angkat Kaki, Soekarno Dorong Kombatan Bersenjata Konsolidasi

Randy Wirayudha , Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2015 |07:00 WIB
Sekutu Angkat Kaki, Soekarno Dorong Kombatan Bersenjata Konsolidasi
Ilustrasi reka ulang tentara reguler dan kelaskaran di masa revolusi fisik (Foto: Randy Wirayudha/Okezone)
A
A
A

SK dari Presiden Soekarno itu disusul Penetapan Presiden pada 3 Juni 1947, tentang berdirinya TNI. Kepanitiaan biro perjuangan pun dibentuk dengan diketuai Presiden Soekarno, serta Wakil Presiden, Menteri Pertahanan dan Panglima Besar sebagai wakil ketua.

Anggotanya diisi 16 perwakilan dari Kementerian Pertahanan, Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan badan-badan kelaskaran. Benar saja, pada 21 Juli, Belanda melancarkan Agresi Militer pertamanya dengan kode “Operatie Produkt”.

Aksi polisionil negeri kincir angin itu baru berakhir pada 5 Agustus 1947, setelah Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), turun tangan untuk mendorong gencatan senjata lewat resolusi Dewan Keamanan PBB.

Biro perjuangan itu baru akhirnya dihapuskan pada setelah gencata senjata itu dituruti kedua pihak dan pada bulan dan tahun yang sama. TNI kemudian diputuskan Perdana Menteri Amir Sjarifoeddin sebagai bagian dari masyarakat.

(Randy Wirayudha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

Halaman:
Lihat Semua
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Banner
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Terpopuler
Advertisement