Image

Tolak Sabda Raja, Adik Sultan: Paling Disantet

Prabowo, Jurnalis · Kamis, 7 Mei 2015 - 22:35 WIB

YOGYAKARTA - GBPH Yudhaningrat dengan tegas menolak Sabda Raja. Adik Sri Sultan Hamengku Buwono X itu mengaku siap menerima konsekuensi atas penolakan tersebut. Saat ditanya wartawan apa konsekuensinya? Dia menyebut sesuatu yang tidak rasional.

"Paling-paling disantet," kata Gusti Yudha, sapaan akrab GBPH Yudhaningrat, pada wartawan di Ndalem Yudhanegaran saat menerima aspirasi masyarakat Yogyakarta, Kamis (7/5/2015).

Konsekuensi itu siap diterima jika memang benar terjadi. Namun, Gusti Yudho berharap Sultan menarik kembali ucapannya atas Sabda Raja. "Engak usah malu menelan ludah sendiri, apa yang sudah diucapkan," ujarnya.

Dalam Keraton, kata dia, tidak ada Sabda Raja sepanjang sejarah Keraton Yogyakarta. Jika ada itu namanya Sabdo Noto, dan itu tidak merombak tatanan yang sudah ada. "Ada Sabdo Noto itu sifatnya imbauan, tidak kemudian merombak tatanan yang sudah ada," katanya.

Gusti Yudha juga tidak mengakui adanya putri Mahkota seperti dalam Sabda Raja Sultan HB X kedua. Meski mengetahui putri mahkota itu adalah keponakannya sendiri, yakni GKR Mangkubumi yang sebelumnya bergelar GKR Pembayun.

"Kita tidak kenal putri mahkota, bukan berarti kita saudara-saudara lain ingin jadi Sultan, tidak. Kita ingin meluruskan kekeliruan yang dilakukan Ngarsodalem," ujarnya.

Tak pernah terpikir di benak Gusti Yudha untuk mengantikan posisi Sultan. Begitu juga beberapa adik laki-laki Sultan HB X lainnya. Mereka ingin pelurusan 'kekhilafan' yang dilakukan Sultan. "Kita ingin luruskan sesuai aturan, itu saja," imbuhnya.

Gusti Yudha juga menyingung saat Sabda Raja disampaikan. Saat itu, undangan melalui pesan singkat yang diterima juga cukup mendadak, sehingga tak mungkin bisa hadir. "Saat Sabda Raja itu saya di Solo, tinggal 30 menit kok disuruh datang, kon mabor opo (disuruh terbang apa)," ujarnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming