KAMMI Kecam Pertemuan Mahasiswa dengan Presiden

Bramantyo, Okezone · Kamis 21 Mei 2015 18:38 WIB
https: img.okezone.com content 2015 05 21 512 1153252 kammi-kecam-pertemuan-mahasiswa-dengan-presiden-i6BMdlTmZ0.jpg Mahasiswa KAMMI demo desak Jokowi mundur (Foto: Btramantyo/Okezone)

SOLO - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar aksi unjuk rasa menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur.

Pantauan Okezone, selain menggelar aksi di Bundaran Gladak, Jalan Slamet Riyadi, para mahasiwa bergerak menuju depan kantor yang pernah dipakai Presiden Jokowi saat menjadi Wali Kota Solo.

Di depan Balai Kota Solo, selain berorasi sambil menggunakan topeng monyet, para mahasiswa membagi-bagikan selebaran aksi kepada para pengguna jalan. Dari sana, para mahasiswa kembali bergerak menuju Pasar Gede yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo.

Meski hanya diikuti puluhan mahasiswa, aksi yang juga mendapat pengawalan dari petugas kepolisian ini mampu membuat jalan yang dilalui aksi tersebut macet.

Selain mengemukakan kekecewaan terhadap kepemimpinan Jokowi-JK dan mendesak keduannya untuk mundur dari jabatannya, para mahasiswa mengungkapkan keprihatinan terhadap para mahasiswa lain yang mau menerima undangan dari Presiden Jokowi.

Koordinator aksi dari KAMMI, Amien, meminta agar para mahasiswa yang bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara tersebut untuk tidak mengatasnamakan para mahasiswa.

Menurut Amien, tak seharusnya mereka dengan santai memakan jamuan yang dihidangkan di Istana. Sedangkan kondisi rakyat di luar sana yang seharusnya mereka perjuangkan tengah mengalami kesulitan ekonomi imbas dari ketidakberpihakan pemerintahan Jokowi-JK kepada rakyat kecil.

"Kami tidak sepakat. Mereka mewakili atas nama mahasiswa pun kami tidak sependapat. Itu hanya segolongan orang yang mewakili golongan pribadi. Sebab, masih banyak masyarakat dan mahasiswa yang mengharapkan ketegasan dari mahasiswa tanpa berdamai dengan pemerintahan," papar Amien di sela aksi unjuk rasa, di depan Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (21/5/2015).

Menurut Amien, bukan berarti KAMMI tak mendukung pemerintah. Selama arah pemerintahan Jokowi-JK mampu membawa kepuasan, maka pihaknya siap sepenuhnya mendukung pemerintahan. Namun, saat ini posisi pemerintah Jokowi-JK belum memberikan kepuasan.

"Dalam kurun delapan bulan, tidak ada kestabilan harga, kenaikan BBM. Dan, itu sangat berat dirasakan masyarakat," ungkapnya.

Karena itu, mereka tetap menuntut pemerintahan Jokowi-JK untuk melindungi rakyat dari kepentingan asing, serta harus memperbaiki ekonomi rakyat dengan tidak menaikkan harga. Bila tuntutan tersebut tak mampu dipenuhi, para mahasiswa ini tetap akan melakukan aksi hingga Jokowi-JK turun dari jabatannya.

Di akhir aksi, para mahasiswa ini membentangkan tiga buah spanduk berwarna hitam bertuliskan "Lindungi Pribumi atau Revolusi" di antara dua foto Jokowi-JK yang terpasang di jembatan penyeberangan di Pasar Gede.

(crl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini