“Saat ini, kami tidak memperkirakan adanya penurunan dari gelombang panas ekstrem ini untuk beberapa hari ke depan,” kata Juru Bicara Badan Meteorologi India BP Yadav, seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu (27/5/2015).
Provinsi Andra Pradesh adalah wilayah yang terkena dampak terburuk dari gelombang panas tahun ini, dengan jumlah korban tewas mencapai 551 orang hingga pekan lalu. Pemerintah Hyderabad, ibu kota Provinsi Andra Pradesh, telah meminta organisasi-organisasi di sana untuk menyediakan tenda-tenda yang menyediakan air minum bagi warga kota.
Suhu panas ini juga memengaruhi industri listrik di India yang semakin kesulitan untuk memenuhi permintaan dari warga. Semakin lama gelombang panas ekstrem ini melanda, semakin sering pemadaman listrik yang terjadi, terutama akibat pemakaian pendingin ruangan atau air conditioner (AC) yang menyedot banyak daya listrik.
(Hendra Mujiraharja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.