Salah satunya, kata Zulkifli adalah memberikan contoh-contoh, yang baik dan yang tidak.
"Kalau ada anggota DPR lempar kursi, ini bukan Indonesia, yang musyawarah mufakat, ini baru Indonesia. Kita enggak cerita Pancasila-nya, tapi contoh-contohnya," ungkap Zulkifli di Blitar, Jawa Timur, Minggu (31/5/2015).
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu melanjutkan, budaya marah-marah, tawuran, ijazah palsu dan korupsi bukanlah mencerminkan ke-Indonesia-an. Gerakan itu diharapkan bisa memperbaiki moral masyarakat ke depannya.

"Untuk itulah, besok akan di-launching, agar membangkitkan kembali ke-Indonesia-an yang punya nilai luhur. Sudah 17 tahun reformasi, banyak kemajuan tapi mulai kehilangan nilai luhur, kepatutan, semua mau serba cepat," ungkapnya.
(Rizka Diputra)